Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2025

FILOSOFI PERANG DALAM ISLAM

 *FILOSOFI PERANG DALAM ISLAM* Perang merupakan salah satu realitas sejarah umat manusia yang seringkali menimbulkan penderitaan dan kehancuran. Islam, sebagai agama rahmatan lil ‘alamin, memiliki prinsip-prinsip yang mengatur perang agar tetap dalam koridor keadilan dan tidak keluar dari tujuan kemanusiaan.  Dalam video kuliah berjudul "Filosofi Perang dalam Islam", Sheikh Imran Hosein menyoroti bagaimana Islam menempatkan perang sebagai upaya terakhir untuk melawan penindasan dan menegakkan keadilan.  Ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis Rasulullah SAW dijadikan dasar untuk menjelaskan filosofi perang ini. *Prinsip Dasar Perang dalam Islam* Islam menegaskan prinsip "la tadzlimun wala tudzlamun" (jangan menindas dan jangan pula membiarkan dirimu tertindas), dalam Surat Al-Baqarah Ayat 279. Prinsip ini menolak segala bentuk penindasan, termasuk perbudakan, karena Islam datang untuk membebaskan manusia dari belenggu penindasan. Ayat lain seperti "kutiba ‘alaikumul qita...

Dampak Serius Pemberian HGB atas Wilayah Laut

 *Dampak Serius Pemberian HGB atas Wilayah Laut* 1. Merusak tatanan hukum karena Mahkamah Konstitusi jelas melarang kepemilikan pribadi atas laut. Sertifikat HGB lama-lama akan berubah menjadi hal milik. Jika dibiarkan, maka putusan hukum tertinggi kita akan banyak dikacangin oleh kebijakan bawah yang merusak tatanan hukum Indonesia. 2. Pemberian hak atas laut dengan tujuan reklamasi akan diikuti dengan pengurukan laut. Hal itu membutuhkan volume tanah yang besar, yang sangat mungkin diambikan dengan mengeruk gunung-gunung atau bukit-bukit sehingga merusak tanah dan menjadikan bukit atau gunung yang dikeruk menjadi hak milik korporasi. Selain bahaya banjir, dampak terbesar adalah semakin dalamnya penguasaan tanah oleh korporasi, baik di wilayah laut maupun ke wilayah pedalaman. 3. Semua penguasaan wilayah, baik oleh Portugis maupun Belanda, selalu dimulai dengan penguasaan pantai dan pelabuhan strategis. Hal itu akan membuat perhubungan dagang antar pulau dikuasai perusahaan-perusa...

Pagar Laut: Tantangan Pengelolaan Laut yang Berbasis Public Access

 *Pagar Laut: Tantangan Pengelolaan Laut yang Berbasis Public Access* *Penulis:* _Mangesti Waluyo Sedjati_ *Abstrak* Pengelolaan wilayah laut dan pesisir di Indonesia menghadapi tantangan besar, terutama terkait kebijakan yang dapat membatasi akses masyarakat terhadap sumber daya pesisir. Salah satu isu kontroversial adalah konsep *“Pagar Laut,”* yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang diamanatkan oleh UU No. 27 Tahun 2007 juncto UU No. 1 Tahun 2014. Artikel ini mengulas pentingnya menjunjung prinsip public access dalam pengelolaan pesisir, kelemahan implementasi regulasi terkait, serta mengajukan solusi berbasis kemitraan melalui Program Mitra Bahari (PMB). Dengan pendekatan ini, diharapkan pengelolaan wilayah pesisir dapat berjalan lebih inklusif, terkoordinasi, dan berkeadilan. *Pendahuluan* Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, dengan lebih dari 17.000 pulau dan wilayah laut yang mencakup sekitar dua pertiga dari total luas wilayahnya. Pengelolaan...

Kekuatan ekonomi baru yang berpotensi menggeser dominasi amerika serikat

 *BRICS: Kekuatan Baru yang Berpotensi Menggeser Dominasi Amerika Serikat* _Oleh: Mangesti Waluyo Sedjati_ _08 Januari 2025_ *Pendahuluan* Dalam dinamika global yang terus berubah, kelompok BRICS (Brazil, Russia, India, China, South Africa) telah muncul sebagai pemain utama dalam membentuk ulang tatanan dunia. Pada Januari 2025, Indonesia secara resmi bergabung sebagai anggota penuh BRICS, menjadikan kelompok ini semakin kuat dan inklusif. Dengan lebih dari 45% populasi dunia dan kontribusi ekonomi yang mendominasi panggung internasional, BRICS menjadi tameng strategis bagi anggotanya, sekaligus penantang utama dominasi Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat. *1. Kekuatan Ekonomi BRICS* *1.1. Produk Domestik Bruto (PDB) Kolektif* BRICS kini mencakup lebih dari *$27 triliun* dalam PDB nominal, menyamai PDB Amerika Serikat. Berdasarkan paritas daya beli (PPP), kontribusi BRICS terhadap PDB global mencapai *35%,* dibandingkan dengan *15%* dari AS. Indonesia, dengan PDB sekitar *...

Mengelola Kutukan Sumber Daya Alam: Menuju Era Keberkahan dan Kesejahteraan Berbasis SWF

 *Mengelola Kutukan Sumber Daya Alam: Menuju Era Keberkahan dan Kesejahteraan Berbasis SWF* _Oleh: Mangesti Waluyo Sedjati_ 02 Januari 2025 *Pendahuluan* Indonesia, negara dengan kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah, menghadapi tantangan besar dalam memanfaatkan potensi tersebut untuk menciptakan kesejahteraan berkelanjutan. Dari emas hingga batubara, Indonesia sering digambarkan sebagai negeri “zamrud khatulistiwa”. Namun, kekayaan ini sering kali menjadi pedang bermata dua. Salah kelola, ia menjadi beban; dikelola dengan bijak, ia menjadi berkah. Tulisan Ust. Agus M. Maksum memberikan gagasan kuat tentang bagaimana *Sovereign Wealth Fund (SWF)* dapat menjadi solusi strategis untuk keluar dari jeratan “kutukan SDA” yang kerap melanda negara kaya SDA. Artikel ini akan mengelaborasi gagasan tersebut dengan pendekatan yang lebih mendalam, menggunakan data empirik, wawasan geopolitik, dan narasi global untuk memberikan gambaran utuh tentang solusi berbasis SWF. *Mengurai Kutu...

PARADOKS MODERNISME

 *PARADOKS MODERNISME* Modernisme, yang lahir dari pencerahan barat, menawarkan optimisme besar terhadap kemajuan sains, teknologi, dan humanisme. Namun, dalam perjalanan sejarah, modernisme justru menciptakan berbagai paradoks, salah satunya adalah ketidakmampuan untuk memahami  akar persoalan global.  Salah satu kritik utama terhadap modernisme adalah penolakannya terhadap narasi eskatologis, yang dianggap tidak relevan dengan problem kontemporer. Padahal, jika ditelaah lebih dalam, narasi akhir zaman justru mampu menjelaskan akar problem global yang menciptakan ketidakadilan, kemiskinan struktural permanen, dan penindasan sistemik. *Modernisme, Modernitas, dan Eskatologi Islam* Dalam konteks Eskatologi Islam, modernisme dan modernitas memiliki makna yang berbeda, namun terkait. Modernitas merujuk pada kondisi sosial, ekonomi, dan politik yang timbul dari proses modernisasi. Fokusnya pada aspek objektif dan struktural. Contohnya, globalisasi sistem politik dan ekonomi, ...

SOLUSI ESKATOLOGIS ATAS PENYALAHGUNAAN HADITS

 *SOLUSI ESKATOLOGIS ATAS PENYALAHGUNAAN HADITS* Dalam khazanah pemikiran Islam, terdapat banyak penafsiran terhadap hadits-hadits yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa akhir zaman. Namun, banyak kasus dimana penafsiran atas hadits-hadits, terutama yang mengandung dimensi eskatologis, disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan ideologis atau politik. Salah satu tokoh yang menawarkan penafsiran alternatif terhadap hadits-hadits tersebut adalah Syekh Imran Hosein, seorang cendekiawan Muslim kontemporer dengan pendekatannya yang mendalam dan kritis dalam Studi Islam, khususnya Eskatologi.  Dalam beberapa karya tulis dan video kuliahnya, Syekh Imran memberikan perspektif yang berbeda dari pemahaman mainstream terhadap sejumlah hadits.  Artikel ini akan mengulas beberapa contoh penafsiran alternatif yang ditawarkan oleh Syekh Imran serta pentingnya pendekatan ini dalam meluruskan penyalahgunaan hadits. *Penyangkalan Klaim Mirza Ghulam Ahmad tentang Imam M...

Isu Keamanan Siber: Bagaimana Kebocoran Data Terjadi, Risiko, dan Cara Mengantisipasi

 *Isu Keamanan Siber: Bagaimana Kebocoran Data Terjadi, Risiko, dan Cara Mengantisipasi* _Oleh: Mangesti Waluyo Sedjati_ 04 Januari 2025 *Pendahuluan* Keamanan siber telah menjadi isu yang sangat krusial di era digital. Di tengah masifnya penggunaan teknologi dan internet, data pribadi menjadi aset yang paling rentan terhadap ancaman kebocoran. Data ini meliputi informasi sensitif seperti nama, nomor identitas, alamat, data perbankan, hingga rekam jejak digital lainnya. Kebocoran data bukan hanya masalah teknis, tetapi telah menjadi persoalan sosial, ekonomi, bahkan politik yang melibatkan individu, perusahaan, dan negara. Indonesia, sebagai negara dengan pengguna internet yang sangat besar, menjadi salah satu target empuk bagi pelaku kejahatan siber. Menurut laporan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), jumlah serangan siber di Indonesia meningkat dari 1,6 miliar kasus pada 2021 menjadi lebih dari 685 juta kasus pada paruh kedua 2023. Salah satu bentuk serangan yang paling sering t...