QS. al-Baqarah/2: Ayat 38 - 39*
TAFSIR AL QUR’AN EPS. 18
📖 *QS. al-Baqarah/2: Ayat 38 - 39*
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩 🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
*Yth. Bapak/Ibu* yang di Rahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala,
_Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh_
Alhamdulillah, Allah masih memberi nikmat sehat, iman dan Islam pada kita semua. Semoga kita semua selalu dipersatukan Allah hingga jannah-Nya nanti. Aamiin... 🤲
Dengan segala kerendahan hati, kami berharap share materi Tafsir ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan terhadap Al-Qur’an sehingga akan meningkatkan nilai kehidupan kita di Dunia dan akhirat.
Sekarang kita sampai Episode ke-18….😊
🌺📚 *KEUNTUNGAN ORANG YANG MENGIKUTI PETUNJUK ALLAH DAN KERUGIAN ORANG KAFIR*
قُلْنَا اهْبِطُوا مِنْهَا جَمِيعًا ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَن تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (38) وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (39) [البقرة : 38-39]
*TERJEMAH*
_(38) Kami berfirman, ”Turunlah kamu semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.”(39) Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya_.
*KOSAKATA:*
1. _Khauf_ خَوْفٌ (al-Baqarah/2: 38)
_Khauf_ berarti kondisi hati tidak tenang terkait dengan perkara di masa datang. Kata _khauf, khasyyah_ dan _taqwa_ memiliki kedekatan makna, namun tidak sama. _Khasyyah_ lebih tinggi tingkatannya dari _khauf_ atau ketakutan yang sangat. _Khasyyah_ adalah rasa takut karena kebesaran dan keagungan sesuatu yang ditokohkan, walaupun yang takut adalah juga yang kuat. Sedangkan _khauf_ terjadi karena lemahnya mental orang yang takut walaupun yang ditakuti adalah sesuatu yang sepele. Menurut Ibnul Qayyim, orang yang mengalami _khauf_, merespon dengan lari dan menjauh dari obyek yang ditakuti, sedangkan orang yang mengalami _khasyyah_ bereaksi dengan pengetahuan dan mendekat kepada obyek takut. Seperti orang awam dan dokter, reaksi orang awam terhadap penyakit adalah lari dari penyakit, dan reaksi dokter mendekati penyakit dengan penelitian dan percobaan dengan menggunakan obat-obatan. Pada ayat ini Allah menyatakan bahwa orang yang mengikuti hidayah Allah tidak pernah cemas dan sedih.
2. _Yahzanun_ يَحْزَنُونَ (al-Baqarah/2: 38)
_Yahzanun_ terambil dari akar kata _hazn_, atau _huzn_ yang berarti sedih lawan bahagia. Sedih adalah kondisi hati tidak tenang berkaitan dengan perkara di masa lampau. Kata _khauf (takut)_ disebut secara beriringan dengan
_huzn_ dalam bentuk negatif sebanyak 16 kali, dan kesemuanya menjelaskan keadaan orang-orang mukmin yang beramal saleh di surga. Mereka tidak lagi merasa takut dan sedih seperti yang mereka alami di dunia. Menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyah, bila Allah berjanji menghilangkan perasaan sedih dan takut dari orang sebagai balasan melakukan suatu perbuatan, maka janji ini menunjukkan _masyru‘iyyah_ (legalitas) perbuatan tersebut yang berkisar antara hukum wajib dan sunnah.
*MUNASABAH*
Pada ayat-ayat yang lalu diterangkan, bahwa Allah telah memerintahkan Adam dan istrinya untuk turun dari surga ke bumi, karena mereka telah melanggar larangan-Nya. Di bumi, mereka diberi-Nya kesenangan hidup sampai kepada waktu yang ditentukan. Dia telah menerima tobatnya pula. Pada ayat-ayat ini Allah menjelaskan keuntungan yang akan diperoleh orang-orang yang mengikuti petunjuk-Nya dan kerugian yang akan diperoleh orang-orang kafir dan yang mendustakan ayat-ayat-Nya.
🌸📖 *TAFSIR*
(38) Pada ayat ini Allah mengulangi lagi perintah-Nya agar Adam dan Hawa keluar dari surga yang penuh kenikmatan dan kesenangan hidup, pindah ke bumi yang menghendaki kerja keras dan perjuangan. Kepadanya dibentangkan dua macam jalan. Pertama, adalah jalan yang dapat mengantarkan manusia kepada kehidupan yang bahagia di dunia dan akhirat, yaitu dengan beriman kepada Allah serta mengikuti petunjuk-petunjuk-Nya. Kedua, jalan yang akan membawa manusia kepada kerugian dan kesengsaraan hidup di dunia dan di akhirat kelak, yaitu jalan orang kafir dan durhaka terhadap-Nya, serta menuruti bujukan-bujukan setan.
Siapa yang mengikuti petunjuk-petunjuk yang disampaikan Allah melalui rasul-rasul-Nya, maka mereka akan memperoleh kebahagiaan dan ketenteraman. Mereka tidak akan merasa cemas, karena iman dan ketaatan mereka yang teguh kepada kekuasaan dan rahmat Allah. Mereka tidak akan merasa sedih dan menyesal atas kejadian-kejadian pada masa lalu yang menimbulkan kerugian harta benda atau pun kehilangan anggota keluarga dan sebagainya, karena bagi orang-orang yang beriman dan selalu berpegang kepada petunjuk-petunjuk Allah, mudah baginya menghadapi segala macam musibah dan cobaan-cobaan yang menimpa dirinya. Sebab dia percaya bahwa kesabaran dan penyerahan diri kepada Allah adalah jalan yang terbaik untuk memperoleh keridaan-Nya, di samping pahala dan ganjaran yang diperolehnya dari Allah sebagai ganti yang lebih baik dari yang hilang.
Agama mengharamkan sebagian dari makanan yang lezat untuk dinikmati oleh manusia. Larangan tersebut disebabkan karena kerusakan yang dapat ditimbulkannya, baik terhadap pribadi orang yang melakukannya, maupun terhadap orang lain dan masyarakat umum. Maka siapa yang dapat membayangkan bahaya yang mungkin timbul karena menikmati kelezatan yang telah diharamkan itu, dan dapat pula menggambarkan dalam pikirannya pengaruh-pengaruh dan bekas-bekas jelek yang akan menimpa dirinya karena perbuatan itu, baik terhadap dirinya maupun terhadap umatnya, niscaya dia menghindari setiap kelezatan yang diharamkan itu, seperti larinya orang-orang yang sehat dari penyakit kusta. Lebih-lebih orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, dia akan memandang bahwa yang dilarang agama akan menimbulkan aib dan kekotoran pada dirinya dan akan menjauhkannya dari kebahagiaan dan kemuliaan di hari kiamat kelak. Orang-orang yang bersih dari perbuatan dosa di dunia ini nanti akan kelihatan wajahnya berseri-seri, sedang orang- orang yang selalu bergelimang dosa akan kelihatan wajahnya hitam muram.
(39) Dalam ayat ini Allah subhanahu Wa Ta’ala menegaskan bahwa orang yang tidak mau mengikuti petunjuk-petunjuk-Nya, dan orang yang kafir terhadap ayat-ayat-Nya, serta mendustakan ayat-ayat itu dengan ucapannya, maka balasan bagi mereka adalah neraka. Keingkaran terhadap ayat-ayat Allah subhanahu Wa Ta’ala adalah suatu kekafiran, baik kekafiran itu disebabkan karena tidak percaya atas kebenaran Rasulullah, atau kekafiran yang disebabkan oleh kesombongan dan keangkuhan yang mendorong untuk mendustakan rasul. Mengenai mereka ini Allah subhanahu Wa Ta’ala berfirman kepada Rasul-Nya:
قَدْ نَعْلَمُ إِنَّهُ لَيَحْزُنُكَ الَّذِي يَقُولُونَ ۖ فَإِنَّهُمْ لَا يُكَذِّبُونَكَ وَلَٰكِنَّ الظَّالِمِينَ بِآيَاتِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ [الأنعام : 33]
_“… (janganlah bersedih hati) karena sebenarnya mereka bukan mendustakan engkau, tetapi orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah_. (al-An‘am/6: 33)
Orang-orang mukmin mempunyai keimanan di dalam hati dan diucapkannya dengan lidahnya. Ada pula orang yang ingkar di dalam hati, tetapi lidahnya mengucapkan bahwa dia beriman. Inilah orang munafik. Lain di mulut, lain di hati dan lain pula dalam perbuatan.
*KESIMPULAN*
1. Orang-orang yang mengikuti petunjuk-petunjuk Allah dengan penuh keimanan dan ketaatan, tidak akan ada rasa khawatir dan sedih pada diri mereka, dan mereka yakin akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak.
2. Orang yang mendustakan ayat-ayat Allah akan menjadi penghuni neraka selama-lamanya.
_InsyaaAllah besuk di lanjutkan ke al-Baqarah/2: ayat 40 s/d 46 tentang_ *”BEBERAPA PERINTAH DAN LARANGAN ALLAH KEPADA BANI ISRAIL”*
والله أعلم…
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
📝✍️ *Dinukil oleh: _Alfaqir ilallah Mangesti Waluyo Sedjati_*
📚 *REFERENSI :*
1. Al-Qur’an Dan Tafsirnya (Edisi
yang Disempurnakan) Juz 01,
Departemen Agama RI,
diterbitkan oleh: Penerbit Lentera
Abadi, Jakarta, Dicetak oleh:
Percetakan Ikrar Mandiriabadi,
Jakarta, 2010
2. 📚📖 Aplikasi Quran Word by Word
——
*_#Pastikan Patuhi Protokol Kesehatan_*
•┈•┈•┈•┈•┈•┈••○❁🌻💠🌻❁○••┈•┈•┈•┈•┈•┈•
🕌 *KAJIAN ISLAM & MAJELIS ILMU “BAITUL IZZAH” SIDOARJO*
*_“Mentradisikan hidup berdasarkan Al Qur'an dan As-Sunnah”_*
🌐 *Follow us*
🔹 *WhatsApp :* bit.ly/3oJu311
🔹 *Chanel Telegram :* bit.ly/3BVMR20
📡 Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini , semoga bermanfaat.
Jazakumullahu khoiron.
•┈•┈•┈•┈•┈•┈••○❁🌻💠🌻❁○••┈•┈•┈•┈•┈•┈•
[27/4 3.57 PM] +62 811-254-005: 📚*Dzikir & Doa*
🌹*Episode : No. 35 dari 270*
🇮🇩🇮🇩🇮🇩 🇮🇩🇮🇩🇮🇩 🇮🇩🇮🇩🇮🇩 🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
🌺 *Doa Berlindung dari Kefakiran, Kesempitan, Kehinaan, Perbuatan Dzalim dan Didzalimi Orang* 🌺
Diriwayatkan dalam kitab _Sunan Abu Daud_ dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah berdoa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْفَقْرِ وَالْقِلَّةِ وَالذِّلَّةِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ
*ALLAAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL FAQRI WALQILLATI WADZ DZILLATI, WA A'UUDZU BIKA MIN AN AZHLIMA AU UZHLAMA*
_*"Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran, kekurangan dan kehinaan dan aku berlindung kepada-Mu dari aku perbuatan dzalim atau didzalimi"*_
[Sunan Abu Daud No: 1320, Kitab: Shalat, Bab: Penjelasan tentang istiadzah; Sunan Nasa'i No: 5365; Sunan Ibnu Majah No: 3832 dan Musnad Ahmad No: 7708].
_InSyaaAllah besuk di lanjutkan Dzikir & Doa no. 36_
والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
📝✍️ *Dinukil oleh: _Alfaqir ilallah Mangesti Waluyo Sedjati_*
——
*_#Pastikan Patuhi Protokol Kesehatan_*
•┈•┈•┈•┈•┈•┈••○❁🌻💠🌻❁○••┈•┈•┈•┈•┈•┈•
🕌 *KAJIAN ISLAM & MAJELIS ILMU “BAITUL IZZAH” SIDOARJO*
*_“Mentradisikan hidup berdasarkan Al Qur'an dan As-Sunnah”_*
🌐 *Follow us*
🔹 *WhatsApp :*bit.ly/3oJu311
🔹 *Chanel Telegram :* bit.ly/3BVMR20
📡 Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini , semoga bermanfaat.
Jazakumullahu khoiron.
•┈•┈•┈•┈•┈•┈••○❁🌻💠🌻❁○••┈•┈•┈•┈•┈•┈•
Komentar