PEMBALASAN TERHADAP SIKAP DAN PERBUATAN BANI ISRAIL
📚 *TAFSIR AL QUR’AN EPS. 25*
📖 *QS. al-Baqarah/2: Ayat 61*
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮
_Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh_
Kita lanjutkan ke Episode ke-25….yuk😍💕
Yaa Allah,,, beri kami kepahaman kepada Agama kami, beri kami Ilmu nya Al-Qur’an ,,,,
“Ya Robbi,,,, berilah kami rahmat dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami.” Aamiin 🤲.
🌺📚 *PEMBALASAN TERHADAP SIKAP DAN PERBUATAN BANI ISRAIL*
وَإِذْ قُلْتُمْ يَٰمُوسَىٰ لَن نَّصْبِرَ عَلَىٰ طَعَامٍ وَٰحِدٍ فَٱدْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلْأَرْضُ مِنۢ بَقْلِهَا وَقِثَّآئِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَاۖ قَالَ أَتَسْتَبْدِلُونَ ٱلَّذِى هُوَ أَدْنَىٰ بِٱلَّذِى هُوَ خَيْرٌۚ ٱهْبِطُوا۟ مِصْرًا فَإِنَّ لَكُم مَّا سَأَلْتُمْۗ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ ٱلذِّلَّةُ وَٱلْمَسْكَنَةُ وَبَآءُو بِغَضَبٍ مِّنَ ٱللَّهِۗ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا۟ يَكْفُرُونَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَيَقْتُلُونَ ٱلنَّبِيِّۦنَ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّۗ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوا۟ وَّكَانُوا۟ يَعْتَدُونَ
*TERJEMAH*
_(61) Dan (ingatlah), ketika kamu berkata, ”Wahai Musa! Kami tidak tahan hanya (makan) dengan satu macam makanan saja, maka mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia memberi kami apa yang ditumbuhkan bumi, seperti: sayur-mayur, mentimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merah.” Dia (Musa) menjawab, ”Apakah kamu meminta sesuatu yang buruk sebagai ganti dari sesuatu yang baik? Pergilah ke suatu kota, pasti kamu akan memperoleh apa yang kamu minta.” Kemudian mereka ditimpa kenistaan dan kemiskinan, dan mereka (kembali) mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas_.
*KOSAKATA:* _ad-Dillah wal-Maskanah_
ٱلذِّلَّةُ وَٱلْمَسْكَنَةُ (al-Baqarah/2: 61)
Istilah ini berasal dari dua kata, yaitu _ad-dillah_ dan _al-maskanah_. Yang pertama (_ad-dillah_) berasal dari kata kerja _dalla-yadillu_ yang maknanya hina atau lawan dari mulia. Dengan demikian _ad-dillah_ dapat diartikan kehinaan atau lawan dari kemuliaan. Sedang yang kedua (_al-maskanah_) berasal dari kata kerja _sakana-yaskunu_ yang artinya diam tidak bergerak. Seseorang disebut miskin karena ia tidak berdaya. Dengan demikian _al-maskanah_ dapat diartikan sebagai kemiskinan, kehinaan, dan kelemahan. Dua kata ini memiliki arti yang hampir mirip, yaitu menunjukkan keadaan kehinaan. Namun demikian, di antara keduanya ada pula perbedaannya. _Ad-dillah_, yang juga dapat diartikan sebagai nista, merupakan suatu keadaan jiwa yang berkaitan dengan rasa rendah diri karena penindasan. Keadaan ini merupakan akibat dari jauhnya jiwa dari kebenaran, dan adanya ketamakan untuk meraih kegemerlapan duniawi. Sedang _al-maskanah_ adalah keadaan yang menunjuk kepada kerendahan yang berkaitan dengan bentuk dan penampilan. Misalnya, orang-orang kaya pada saat itu berkewajiban membayar upeti, namun karena keengganannya untuk membayar, mereka sengaja menampilkan diri seperti orang miskin, yaitu dengan berpakaian lusuh dan sangat sederhana. Selain penjelasan di atas, ada juga yang memahami kata _ad-dillah_ dengan arti nista yang berarti kehinaan, sedang _al-maskanah_ dipahami sebagai suatu kehinaan akibat dari keinginan untuk meraih sesuatu yang menyenangkan tetapi tidak dapat dicapainya, sehingga hal itu hanya melahirkan suatu kesedihan. Keadaan mereka yang digambarkan sebagai _ad-fillah_ dan _al-maskanah_ pada ayat ini adalah hukuman Allah terhadap Bani Israil yang tidak pernah bersyukur atas karunia Allah, kufur, membunuh para nabi dan lain-lain.
*MUNASABAH*
Pada ayat yang lalu diterangkan nikmat-nikmat yang diberikan kepada Bani Israil dan melarang mereka berbuat kerusakan di bumi. Pada ayat ini diterangkan bahwa mereka telah berbuat kesalahan dan ingkar atas nikmat-nikmat yang telah diberikan kepada mereka.
🌺📚 *TAFSIR*
(61) Ketika Bani Israil tersesat di padang pasir Sinai, mereka berkata kepada Nabi Musa bahwa mereka tidak tahan terhadap satu jenis makanan saja, sedang yang ada hanya _mann_ dan _salwa_ saja (al-Baqarah/2:57). Mereka berkata demikian karena keingkaran mereka terhadap Nabi Musa a.s. dan kebanggaan terhadap kehidupan mereka dahulu.
Bani Israil kemudian meminta kepada Musa a.s. agar berdoa kepada Tuhan semoga Dia mengeluarkan sayur-sayuran yang ditumbuhkan bumi sebagai ganti _mann_ dan _salwa_. Mereka tidak mau berdoa sendiri, tetapi mengharapkan Musa yang berdoa kepada Tuhan, karena mereka memandang Musa orang yang dekat kepada Tuhan dan lagi pula dia seorang Nabi yang dapat bermunajat kepada Allah. Sayur-mayur dan lain-lain yang mereka minta itu banyak terdapat di kota-kota, tapi tidak terdapat di padang pasir. Sebenarnya permintaan itu tidak sukar dicari, karena mereka dapat memperolehnya asal saja mereka pergi ke kota. Nabi Musa menolak permintaan itu dengan penuh kekecewaan dan kejengkelan serta mencela sikap mereka karena mereka menolak _mann_ dan _salwa_, makanan yang sebenarnya mengandung nilai gizi yang tinggi dan sangat diperlukan oleh tubuh, diganti dengan sayur-mayur yang lebih rendah gizinya.
Kemudian Nabi Musa menyuruh mereka keluar dari gurun Sinai dan pergi menuju kota. Di sana mereka akan mendapatkan yang mereka inginkan, sebab gurun Sinai tempat mereka tinggal sampai batas waktu yang telah ditentukan Allah, tidak dapat menumbuhkan sayur-sayuran. Mereka tinggal di gurun Sinai itu karena mereka lemah dan tidak tabah untuk mengalahkan penduduk negeri yang dijanjikan bagi mereka. Mereka akan lepas dari hal yang tidak mereka sukai, bilamana mereka memiliki keberanian memerangi orang-orang yang di sekitar mereka, yaitu penduduk bumi yang dijanjikan Allah dan menjamin memberi pertolongan kepada mereka. Oleh sebab itu, hendaknya mereka mencari jalan untuk mendapatkan kemenangan dan keuntungan.
Setelah Allah menceritakan penolakan Musa terhadap permintaan mereka dan sebelumnya telah membentangkan pula segala nikmat yang dikaruniakan kepada mereka, dalam ayat ini Allah mengemukakan beberapa kejahatan keturunan Bani Israil yang datang kemudian, yaitu mereka mengingkari ayat-ayat Allah, membunuh nabi-nabi dan pelanggaran mereka terhadap hukum Allah. Oleh sebab itu, Allah menimpakan kepada mereka kehinaan dan kemiskinan sebagai wujud kemurkaan-Nya.
Sudah semestinya mereka menerima murka Ilahi, menanggung bencana dan siksaan di dunia dan azab yang pedih di akhirat. Demikian pula mereka mendapatkan kehinaan dan kemiskinan karena mereka selalu menolak ayat- ayat Allah yang telah diberikan kepada Nabi Musa berupa mukjizat yang telah mereka saksikan sendiri. Kedurhakaan dan penolakan mereka terhadap Nabi Musa adalah suatu bukti bahwa ayat-ayat Allah tidak berpengaruh pada jiwa mereka. Mereka tetap mengingkarinya.
Mereka membunuh para nabi dari golongan mereka, tanpa alasan yang benar. Memang sesungguhnya orang yang berbuat kesalahan kadang-kadang meyakini bahwa yang diperbuatnya adalah benar. Perbuatan mereka yang demikian itu bukanlah karena salah dalam memahami atau menafsirkan hukum, tetapi memang dengan sengaja menyalahi hukum-hukum Allah yang telah disyariatkan di dalam agama mereka.
Kekufuran mereka terhadap ayat-ayat Allah dan kelancangan mereka membunuh para nabi, karena mereka banyak melampaui batas ketentuan agama mereka. Seharusnya agama mempunyai pengaruh yang besar pada jiwa manusia, sehingga penganutnya takut menyalahi perintah Allah.
Apabila seseorang melampaui peraturan-peraturan atau batas-batas agamanya berarti pengaruh agama pada jiwanya sudah lemah. Semakin sering dia melanggar batas hukum agama itu semakin lemah pulalah pengaruh agama pada jiwanya. Sampai akhirnya pelanggaran ketentuan- ketentuan agama itu menjadi kebiasaannya, seolah-olah dia lupa akan adanya batas-batas agama dan peraturan-peraturannya. Akhirya lenyaplah pengaruh agama dalam hatinya.
*KESIMPULAN*
1. Orang-orang Yahudi menuntut kepada Nabi Musa tuntutan yang sangat banyak, sengaja untuk melemahkan dan mendurhakainya, karena itu mereka ditimpa kehinaan.
2. Mereka ditimpa kehinaan dan laknat Allah karena mereka durhaka dan membunuh para nabi.
_InsyaaAllah besuk di lanjutkan ke al-Baqarah/2: ayat 62 tentang_
*”PAHALA BAGI ORANG YANG BERIMAN”*
والله أعلم…
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
📝✍️ *Dinukil oleh: _Alfaqir ilallah Mangesti Waluyo Sedjati_*
(Ketua KBIHU Baitul Izzah Sidoarjo)
📚 *REFERENSI :*
1. Al-Qur’an Dan Tafsirnya (Edisi
yang Disempurnakan) Juz 01,
Departemen Agama RI,
diterbitkan oleh: Penerbit Lentera
Abadi, Jakarta, Dicetak oleh:
Percetakan Ikrar Mandiriabadi,
Jakarta, 2010
2. 📚📖 Aplikasi Quran Word by Word
•┈•┈•┈•┈•┈•┈••○❁🌻💠🌻❁○••┈•┈•┈•┈•┈•┈•
🕌 *KBIHU & MAJELIS ILMU “BAITUL IZZAH” SIDOARJo
🌐 *Ikuti Sosial Media Kajian BAIz
📡 Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini , semoga bermanfaat.
Jazakumullahu khoiron.
•┈•┈•┈•┈•┈•┈••○❁🌻💠🌻❁○••┈•┈•┈•┈•┈•┈•
Komentar