Kajian tagsir QS An Nasr/11:1-3

 

📚 *TAFSIR JUZ AMMA (156)*
📖 *QS an-Nasr/110: 1 s/d 3*
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩

📚 *MEMUJI ALLAH KETIKA MENDAPAT KEMENANGAN ITU* 📚

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ (1) وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا (2) فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا (3)  [النصر : 1-3]

*TERJEMAH*
_(1) Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, (2) dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, (3) maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat_.

*KOSAKATA:*
1.  _Al-Fath_   الْفَتْحُ (an-Nasr/110: 1)
     Kata _al-fath_ dalam bahasa sebagaimana kata _Ragib al-Asfahani_ adalah membuka sesuatu yang tertutup dan yang sukar. Ada yang berarti hissi atau yang bisa diketahui dan dilihat oleh mata, seperti membuka pintu. Ada yang maknawi seperti menghilangkan kesusahan. _Al-Fatihah_ menjadi nama surat pertama dari Al-Qur′an, karena setelah itu terbuka surat-surat berikutnya. dari sekian banyak arti, salah satu arti dari _al-Fath_ berarti “kemenangan” seperti dimaksud dalam ayat ini.
Surah yang hanya tiga ayat pendek ini termasuk kelompok surah-surah Madaniyyah walaupun turunnya di Mekah, karena surah ini turun sesudah Nabi hijrah ke Medinah. Rasulullah dan sahabat-sahabat mengalami berbagai macam kekerasan, dan semuanya itu diterimanya dengan sabar dan tabah serta keimanannya kepada Allah bertambah kuat. Kalangan mufasir mengatakan bahwa ayat ini ditujukan kepada Rasulullah untuk mengingatkan-nya tentang kenikmatan dan karunia Allah kepadanya dan kepada orang-orang beriman. Penaklukan Mekah tanpa kekerasan menjadi harapannya sejak semula dan ini pula rencananya. Bila hal ini kemudian terlaksana, ini pula yang merupakan balasan dan karunia Allah atas kesabaran dan perjuangannya yang tak kunjung henti. Tetapi sekarang setelah mendapatkan kemenangan gemilang, apa yang akan dilakukannya
terhadap mereka yang dulu menganiaya dan menghina dirinya, keluarganya, dan sahabat-sahabatnya, serta merencanakan pembunuhan terhadap dirinya ketika di Mekah.
     Guna menghindari kekerasan itu, Rasulullah dan para sahabat hijrah ke Medinah. Tetapi kaum musyrik Mekah masih juga mengejarnya sampai ke Medinah, berulang kali melancarkan perang besar-besaran, di Badar, Uhud, dan di tempat-tempat lain. Setelah mendapat kemenangan, tak sedikit pun di hati Rasulullah hendak membalas dendam atas segala perbuatan mereka itu. Bahkan ia menyerukan kepada sahabat-sahabatnya jangan sampai terjadi pertumpahan darah, dan ia memaafkan semua penjahat perang dan pemuka-pemuka Mekah.
     Dalam peristiwa ini ada dua kemenangan yang telah dicapainya, (1) kemenangan fisik, karena telah dapat membebaskan Mekah dan sekitar tanpa pertumpahan darah setetes pun, sesuai dengan rencana, (2) kemenangan dakwah yang luar biasa dengan masuknya orang ke dalam Islam beramai- ramai dan berbondong-bondong datang dari segenap penjuru.
     Memang setelah itu, orang-orang Arab pedalaman dan penduduk kota Mekah berduyun-duyun datang menyatakan kesetiaannya kepada Rasulullah dan ajarannya. Mereka memang menunggu penaklukan Mekah itu, dengan mengatakan bahwa kalau dia dapat mengalahkan mereka semua, benarlah dia nabi. Dan sekarang ini sudah menjadi kenyataan. Setelah itu, tak sampai dua tahun setelah penaklukan Mekah, semua kabilah dan semua kawasan negeri itu secara sukarela juga menyatakan beriman dan setia kepadanya.
     Peristiwa yang berlangsung dalam waktu begitu singkat itu adalah pelajaran yang sangat berharga yang diberikan kepada kita. Artinya, bila orang berhasil dalam usahanya, dalam perjuangannya, bukan harus bersorak-sorai, merasa bangga dan menepuk dada lalu menempatkan diri sebagai orang yang berjasa sukses, sebagai pahlawan. Karenanya lalu terselip rasa bangga, lalu jadi sombong dan congkak. Dan inilah sifat manusia umumnya sepanjang sejarah, siapapun dan dari mana pun dia. Mungkin saja dalam pembebasan Mekah yang luar biasa gemilang itu, tanpa disadari ada dari kalangan orang beriman itu yang merasa demikian. Dalam hal biasa mungkin itu dianggap wajar saja, sifat manusia. Tetapi semua itu terjadi, di tengah-tengah mereka ada Rasulullah. Maka pada penutup surah ini, Rasulullah diingatkan, orang-orang beriman itu jangan terbawa arus yang akan menyesatkan mereka. Sebaliknya, hendaklah ingat kepada Allah yang Mahakuasa, dengan mengingat-ingat, berzikir, dengan memuji kekuasaan dan kebesaran Allah, memohonkan ampun dan bertobat, karena Allah Maha Pengampun. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat.

2. _Afwajan_ أَفْوَاجًا (an-Nasr/110: 2)
     Term _afwaj_ merupakan bentuk jamak (plural) dari kata _fauj_, yang artinya sekelompok manusia. Dengan demikian, _afwaj_ dapat diartikan sebagai kelompok-kelompok manusia yang banyak. Pada ayat ini, istilah tersebut digunakan untuk menunjukkan betapa banyak penduduk Mekah yang datang berbondong-bondong untuk masuk Islam. Kedatangan mereka untuk menyatakan keislaman itu terjadi dengan sendirinya setelah mereka mengetahui kebenaran agama ini dan keadaan yang mendorong untuk mengakuinya. Kondisi demikian berbeda sekali dari masa lalu, ketika Rasulullah ﷺ mengajak atau berdakwah kepada mereka. Pada saat itu, dakwah Nabi ﷺ disambut dengan kritikan, cacian, lemparan batu, atau gangguan. Bahkan ada pula yang berkonspirasi untuk membunuhnya. Saat penaklukan Mekah, keadaannya sudah lain. Tanpa diminta, penduduk kota yang dulu memusuhinya berbondong-bondong datang kepada Rasulullah ﷺ untuk menyatakan keislamannya.

*MUNASABAH*
     Akhir Surah al-Kafirun menerangkan bahwa tidak ada toleransi dalam ibadah. Oleh karenanya, Rasulullah tidak akan mengikuti agama orang kafir. Awal Surah an-Nasr menerangkan bahwa agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad akan berkibar dan menang.

🌸📖 *TAFSIR*
     (1-2) Dalam ayat-ayat ini, Allah memerintahkan apa yang harus dilakukan Nabi Muhammad pada saat pembebasan Mekah, yaitu apabila ia telah melihat pertolongan Allah terhadap agama-Nya telah tiba, dengan kekalahan orang-orang musyrik dan kemenangan di pihak Nabi, dan melihat pula orang-orang masuk agama Allah beramai-ramai dan berduyun-duyun, bukan perseorangan sebagaimana halnya pada permulaan dakwah.
     Orang-orang Arab berkata, “Manakala Muhammad menang atas penduduk Mekah yang mana Allah telah selamatkan mereka dari pasukan bergajah, maka kalian tidak berdaya melawannya.” Akhirnya mereka masuk Islam berduyun-duyun, berkelompok-kelompok dan satu kelompok 40 orang.
     (3) Bila yang demikian itu telah terjadi, Nabi diperintahkan untuk mengagungkan dan mensucikan Tuhannya dari hal-hal yang tidak layak bagi-Nya, seperti menganggap terlambat datangnya pertolongan dan mengira bahwa Tuhan tidak menepati janji-Nya menolong Nabi atas orang-orang kafir.
     Menyucikan Allah hendaknya dengan memuji-Nya atas nikmat-nikmat yang dianugerahkan-Nya dan mensyukuri segala kebaikan-kebaikan yang telah dilimpahkan-Nya dan menyanjung-Nya dengan sepantasnya. Bila Allah Yang Mahakuasa dan Mahabijaksana memberi kesempatan kepada orang-orang kafir, bukanlah berarti Dia telah menyia-nyiakan pahala orang- orang yang beramal baik.
     Kemudian Nabi Muhammad dianjurkan untuk meminta ampun kepada Allah untuk dirinya dan sahabat-sahabatnya yang telah memperlihatkan kesedihan dan keputusasaan karena merasa pertolongan Allah terlambat datangnya. Bertobat dari keluh-kesah adalah dengan mempercayai penuh akan janji-janji Allah dan membersihkan jiwa dari pemikiran yang bukan-bukan bila menghadapi kesulitan. Hal ini walaupun berat untuk jiwa manusia biasa, tetapi ringan untuk Nabi Muhammad sebagai insan kamil (manusia sempurna). Oleh sebab itu, Allah menyuruh Nabi ﷺ memohon ampunan-Nya.
     Keadaan ini terjadi pula pada para sahabat yang memiliki jiwa yang sempurna dan menerima tobat mereka, karena Allah selalu menerima tobat hamba-hamba-Nya. Allah mendidik hamba-hamba-Nya melalui bermacam- macam cobaan dan bila merasa tidak sanggup menghadapinya harus memohon bantuan-Nya serta yakin akan datangnya bantuan itu. Bila ia selalu melakukan yang demikian niscaya menjadi kuat dan sempurnalah jiwanya.
Maksudnya, bila pertolongan telah tiba dan telah mencapai kemenangan serta manusia berbondong-bondong masuk Islam, hilanglah ketakutan dan hendaklah Nabi ﷺ bertasbih menyucikan Tuhannya dan mensyukuri-Nya serta membersihkan jiwa dari pemikiran-pemikiran yang terjadi pada masa kesulitan. Dengan demikian, keluh-kesah dan rasa kecewa tidak lagi akan mempengaruhi jiwa orang-orang yang ikhlas selagi mereka memiliki keikhlasan dan berada dalam persesuaian kata dan cinta sama cinta.
Dengan turunnya Surah an-Nasr ini, Nabi memahami bahwa tugas risalahnya telah selesai dan selanjutnya ia hanya menunggu panggilan pulang ke rahmatullah.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ لَمَّا نَزَلَتْ إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ دَعَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاطِمَةَ فَقَالَ قَدْ نُعِيَتْ إِلَيَّ نَفْسِي فَبَكَتْ فَقَالَ لَا تَبْكِي فَإِنَّكِ أَوَّلُ أَهْلِي لِحَاقًا بِي فَضَحِكَتْ فَرَآهَا بَعْضُ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْنَ يَا فَاطِمَةُ رَأَيْنَاكِ بَكَيْتِ ثُمَّ ضَحِكْتِ قَالَتْ إِنَّهُ أَخْبَرَنِي أَنَّهُ قَدْ نُعِيَتْ إِلَيْهِ نَفْسُهُ فَبَكَيْتُ فَقَالَ لِي لَا تَبْكِي فَإِنَّكِ أَوَّلُ أَهْلِي لَاحِقٌ بِي فَضَحِكْتُ

_Dari Ibnu Abbas Radliyallahu'anhu Ketika turun ayat IDZAAJAA`A NASHRULLAHI WAL FATH (Apabila telah tiba kepadamu pertolongan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan kemenangan) (Qs. An Nashr/110: 1). Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memanggil Fatimah Radliyallahu'anha dan membisikkannya: Telah diberitahukan kepadaku tentang kematianku. Lalu Fatimah Radliyallahu'anha menangis, maka beliau berkata: 'Janganlah kamu menangis, sesungguhnya kamu adalah orang pertama yang berjumpa denganku, kemudian Fatimah Radliyallahu'anha tertawa. Para isteri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyaksikannya dan mereka bertanya; Wahai Fatimah, mula-mula kami melihat kamu menangis, lalu kok terus tertawa,? Fatimah Radliyallahu'anha menjawab; Beliau memberitahukan kepadaku tentang kematiannya yang hampir tiba, maka saya menangis. Lalu beliau berkata kepadaku: Janganlah kamu menangis karena kamu adalah orang pertama yang berjumpa denganku, maka saya tertawa_.
{Sunan Darimi No: 79, Kitab: Kitab Mukaddimah, Bab: Nabi Wafat}.

     Ibnu ‘Umar berkata, “Surah ini turun di Mina ketika Nabi ﷺ mengerjakan Haji Wada’, sesudah itu turun firman Allah:

... الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ ... [المائدة : 3]

_Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu_. (al-Ma'idah/5: 3)

     Nabi hidup hanya delapan puluh hari setelah turun ayat ini. Kemudian setelah itu, turun ayat Kalalah, dan Nabi ﷺ hidup sesudahnya lima puluh hari. Setelah itu turun ayat:

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ ...  [التوبة : 128]

_Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri_. (at- Taubah/9:128)

     Maka Nabi ﷺ hidup sesudahnya tiga puluh lima hari. Kemudian turun firman Allah:

وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ۖ ...  [البقرة :
281]

_Dan takutlah pada hari (ketika) kamu semua dikembalikan kepada Allah_.
(al-Baqarah/2: 281)

     Maka Nabi ﷺ hidup sesudahnya hanya dua puluh satu hari saja.

*KESIMPULAN*
1. Perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk bertasbih mengagungkan, menyucikan, dan mohon ampunan Allah bila pertolongan telah datang dan kemenangan telah tercapai.
2. Surah an-Nasr adalah surah yang paling akhir turunnya.

*P E N U T U P*
     Surah ini mengisyaratkan bahwa tugas Nabi Muhammad ﷺ sebagai seorang rasul telah mendekati akhirnya.

_InsyaaAllah besuk di lanjutkan ke ke al-Lahab/111: ayat 1 s/d 5 tentang_            
*”TUKANG FITNAH PASTI AKAN CELAKA”*

‎والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم 

📝✍️ *Dinukil oleh: _Alfaqir illallah Mangesti Waluyo Sedjati_*

📚 *REFERENSI :*
1. Al-Qur’an Dan Tafsirnya (Edisi 
       yang Disempurnakan) Juz 30,
      Departemen Agama RI,
      diterbitkan oleh: Penerbit Lentera
      Abadi, Jakarta, Dicetak oleh:   
      Percetakan Ikrar Mandiriabadi,
      Jakarta, 2010
2. 📚📖 Aplikasi Quran Word by Word
____
*#pastikan patuhi protokol kesehatan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pergantian yang pasti menanti

KEMBALI KE FITRAH PENDIDIKAN: AKAR PERENIAL PEDAGOGI KASIH SAYANG YANG TAK TERGANTIKAN

Menemani murid mengaji