Kajian Harian (Kapal Berlayar)

Kapal berlayar di laut lepas

Negara kita terdiri dari banyak sekali pulau samapai berjumlah ratusan. Baik yang berpenghuni maupun tidak. Hamparan lautan luaspun tersedia dua mengapit yaitu samudara hindia dan samudra pasifik. Berpuluh hamoaran laut kecil dan selat mengitari daratan tempat kita tinggal di negeri yang kita cintai ini.

Sematan negara maritim sangat pantas untuk bansa kita ini. Banyak sekali bukti bukti fisik maupun mental yan terbenruk dari negata kepulauan ini.

Salah satunya adalah keampuan membuat kapal. Semisal kapal pinisi buatan suku bugis dan kapal angkut buatan suku madura.   Prahu atau kapal buatannya sangatlah tangguh dalam menarungi lautan dan sesuai dengan upaya pemenuhan kebutuhannya, terbaik dikelasnya. Dan teruji sejak dahulu kala sampai sekarang.

Kapal kapal laut buatan bangsa kita juga menginspirasi penjelajahan dunia. Dulu ketika Adipati unus dari Kesultanan Demak bintoro menyerang bansa Portugis malaka.

Pasukan Demak yang notabene adalah kesultanan yang agraris ternyata juga memiliki armada laut yang sangat hebat. Sehingga dengab patriotnya menyerang portugis di malaka supaya tidak mendaratkan kakinya di bumi Jawa.

Meskipun akhirnya Adipati Unus gugur dalam misinya. Akan tetapi ada beberapa kapal perang kesultanan Demak yang masih utuh mengilhami para pelaut portugis dalam membuat perahu karena kelincahan dan ke dinamisan pergeraknnya dilautan.

Dan dengan perahu desain dari Kesultanan Demak maka orang orang pirtugis bisa melanglang buana. Menyusuri bumj dan melakukan vandalisme disana.

Kita tidak akan membahas tuntas tentang aksi ekspansi atau vandalisme. Tapi kita fokuskan bahasan kita tentang kapal yang berlayar dilautan.

Kita ibaratkan Kapal yang berlayar tersebut adalah kita dengan keimanan kita.

Manusia di ciptakan Allah dengan bentuk yang sangat sempurna bahkan derajat manusia berada diatas derajat mahluk lain didunia ini. Sejak ditiupkan ruh dalam kandungan ibu ruh dipersaksikan siapa tuahannya yan sebenarnya. Dan jabang bayi juga menyaksikan menyetujui, menyepakatj bahwa Allah Swt adalah tuhan yang maha kuasa, penguasa alam semesta dan tiada yang mampu memadaniNya.

Ketika jabang bayi tersebut terlahir dibumi pun ia masih berpegang pada ketauhidan kepada Allah Swt. Akan tetapi desain yang sangat indah tersebut, desain manusia yang sangat baik tersebut bisa menjadibenar benar baik, bisa menjadi biasa atau bahkan bisa menjadi seburuk buruknya mahluk. Menurut Al Quran bergantung kepada kedua orang tuanya. Bergantumg kepada orang orang yang lebih tua yang selalu ada disekitarnya.

Bayi tersebut tumbuh berkembang bisa menjadi muslim yang taat dan alim, bisa menjadi nasrani, bisa menjadi majusi dll. Karena  orang tua dan orang orang yang sering berinteraksi dengannya.

Kita itu kapal yang didesaian khusus dan tangguh. Kita adalah mahluk ciptaan Allah Swt yang alhamdulillah diberi hidayah Iman dan Islam.maka mari kita senantiasa menjaga Iman dan Islam kita. Mari kita menjaga diri kita dari hal hal yang diharamkan Allah.

Seberat apapun masalah kita yakinlah itu adalah yang terbaik bagi kita dan Allah mendatangkan permasalahan tersebut karena sayang kepada kita dan ingin kita mendapat hikmah pembelajaran dari siruasi tersebut sehingga derajat kita bisa naik levelnya. Yakinlah Allah Swt memberi masalah kepada Ummatnya sesuai dengan kadar kemampuannya. Maka mari kita menyandarkan diri , memasrahkan diri dan menggantungkan diri hanya kepada Allah Swt. Hanya kepada Allah Kita akan kembali.

Kita ibarat kapal yang berlayar yan sudah dibekali dengan berbagai macam bekal dan disiapkan pula nahkoda dan anak buah kapal yang terbaik untuk kita. Kita sudah diberi keleluasaan untuk menarahkan arah kemana kapal kita berlabuh.

Akan tetapi terkadang banyak kita saksikan kapal yang akhirnya kandas dan tenggelam.

Perlu digaris bawahi lagi bahwa tenggelamnya kapal atau perahu biasanya bukan karena kapalnya. Tetapi karena benda benda (air, batu karang, es)disekitarnya yang dibiarkan masuk dengan leluasa kedalam kapal, diberi keleluasaan menumbuk dan menghempaskan badan kapal. Yang akhirnya karena pembiaran benda luar masuk kedalam kapal itulah penyebab kapal tenggelam.

Mari kita jaga Iman kita , Islam kita ,diri kita dari pengaruh pengaruh dari luar yang tidak sesuai dengan kita. Kita tahan diri untuk tidak menerima semua masukan masukan dari luar. Kita filter, kita pertimbangkan dulu sehingga kapal kita tetap berlayar mengarungi lautan tuk berlabuh di pelabuhan keridhoan Allah Swt , di surganya Allah Swt.

Semoga Allah senantiasa menjaga, mengayomi, dan memenuhi kebutuhan dan keinginan keinginan mukia kita

Semoga Allah mengampuni dosa dan kesalahan kita.

Semoga Allah ssnantiasa memberikan petunjuk yang sempurna kepada kita.

Aamiin 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pergantian yang pasti menanti

KEMBALI KE FITRAH PENDIDIKAN: AKAR PERENIAL PEDAGOGI KASIH SAYANG YANG TAK TERGANTIKAN

Menemani murid mengaji