Belajar dari minyak goreng dan solar.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillahirobbilalamin Assalatu wassalamu ala asrofil Ambiya Iwal mursalin syayidina Muhammadin waala alihi wa sohbihi ajmain.
Alhamdulillah kita baca hari ini masih diperkenankan oleh Allah untuk bisa menikmati puasa Romadhon.
Shalawat serta salam Mari kita haturkan kepada Baginda Nabi Muhammad Saw.
Saudara-saudaraku semua pekan ini kita banyak mengalami kejadian-kejadian yang sangat fenomenal di sekitar kita.
Kejadian-kejadian ituada yang murni karena alam, ada pula yang muncul atau terjadi karena ulah manusia itu sendiri.
Salah satu contoh kejadian yang muncul atau terjadi karena ulah manusia yaitu muncul kelangkaan barang-barang pokok. Seperti munyak goreng dan BBM.
Kelangkaan ini tentunya banyak menyebabkan berbagai polemik dalam proyek pengelolaan keuangan. Apalagi keuangan keluarga.
Saudara saudara ku yang dicintai Allah Swt.
Barang kali dulu sebelum kondisi ini terjadi kita mungkin lalay. Kita mungkin abai terhadap banyak sekali perintah perintah Allah.
Mungkin kita lalay dengan bergaya hidup ber mewah mewah
Bergaya hidup ber megah megah.
Padahal hal tersebut sudah diperingatkan oleh Allah dlam Quran Surat Attakatsur.
Mungkin dulu kita dapat rejeki sedikit sudah plesir ke luar kota.
Mungkin dulu kita dapat rejeki kita belanja barang barang yang mungkin tidak begitu kitabutuhkan.
Mungkin juga kita banyak diberi rejeki dulu terus kita hanya mementingkan kebahagiaan diri atau keluarga.
Saudara saudaraku
Betapa besar dan berlimpah rejeki dan nikmat yang diberikan kepada kita semua.
Saudara saudaraku
Mungkin dulu kita abai atau lalay pada saat itu. Ia abai dan lalay.
Abai dan lalay terhadap kebutuhan saudara saudara kita yang membutuhkan, abai terhadap tetangga tetangga kita yang kurang beruntung, abai terhadap anak anak yatim, abai terhadap fakir dan miskin.
Mungkin kita lupa berusaha membuat mereka tersenyum.
Padahal itu adalah amanah yang diberikan kepada kita atas berbagai rejeki yang telah kita terima.
Saudara saudaraku.
Kini kita sedikit diberi ujian dengan sedikit masalah yaitu kelangkaan bahan pokok dan BBM.
Sepintas mungkin tidak berkaitan.
Dan.banyak yang berpendapat ini dikarenakan kebijakan kebijakan yang kurang berfihak.
Tapi saudaraku.
Mari kita coba dengan melihatnya dari kaca mata lain, atau dari sudut pandang yang lain.
BIsa saja hal ini adalah ujian atau teguran dari Allah kepada kita semua karena kelalaian kita sebelumnya.
Bisa jadi kita diingatkan untuk berkaca atas kesalahan kesalahan kita.
Dari Q.S Attakatsur kita sudah diingatkan keras dan tegas.
Saudara saudaraku yang di rahamati Allah Swt.
Saat ini kita berada dibulan ramadhan. Bulan dimana kita diwajibkan berpuasa. Menahan segala sesuatu yang membatakkan puasa mulai sebelum fajar sampai terbenamnya matahari.
Dalam ibadah puasa kita diajarkan untuk merasakan kondisi dimana orang kesulitan mendapat makanan.
Dalam ibadah puasa kita diajarkan untuk menahan diri dari berlebih lebihan atau ber megah megahan, kita diajarkan untuk mampu berfikir positif sehingga mampu dan mau membanru sesama.
Saudara saudaraku
Mari dengan kondisi ini kita kembali belajar, kita berusaha untuk meningat ngingat kembali hal hal kebaikan yang mungkin sudah lama kita tidak melakukannya.
Dari ujian yang Terjadi ini maka mari kita terima dengan ikhlas dan mari kita mentadaburkan diri dengan ikmu Qonaah.
Qonaah adalah kondisi kita menerima semua keadaan dan kondisi yang diberikan Allah. Baik buruk kondisi kita itu semua karena izinNya.
Dan mari kita menata diri menyiamkan dan melakukan hal hal yang real untuk bersama menentaskan permasalahan yang melanda negeri kita tercinta ini.
Barrokallauli walakum
Subhanallahumma wa bihamdi astaghfuruka wa atubu ilaik
Jazzakumullah
Wassalamualaikuum warroh matullahi wabarokatuh
Komentar