Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2025

PEDAGOGI KASIH SAYANG DALAM PEMBELAJARAN AI: MENYINERGIKAN KEBIJAKSANAAN PERENIAL DENGAN INOVASI TEKNOLOGI

 *PEDAGOGI KASIH SAYANG DALAM PEMBELAJARAN AI: MENYINERGIKAN KEBIJAKSANAAN PERENIAL DENGAN INOVASI TEKNOLOGI* Pada Konferensi Dunia Pertama Pendidikan Islam di Mekah (1977), para pemikir pendidikan merekomendasikan klasifikasi ilmu menjadi dua: Ilmu Perenial (nilai-nilai abadi seperti etika, spiritualitas, dan kasih sayang) dan Ilmu Instrumental (ilmu terapan yang kontekstual).  Artikel sebelumnya mengulas pedagogi kasih sayang sebagai fondasi perenial pendidikan. Kini, kita akan menjawab pertanyaan: Bagaimana prinsip kasih sayang yang abadi ini diimplementasikan dalam pembelajaran AI, sebuah bidang yang dianggap “dingin” dan teknis?   Di era disruptif ini, AI tidak hanya menjadi materi ajar tetapi juga metode pembelajaran. Tantangannya adalah memastikan teknologi tidak mengikis humanisme, melainkan memperkuatnya.  Artikel ini mengeksplorasi model pembelajaran klasik hingga inovasi baru yang diperlukan untuk mewujudkan pendidikan AI yang berkarakter.  Sebag...

KEMBALI KE FITRAH PENDIDIKAN: AKAR PERENIAL PEDAGOGI KASIH SAYANG YANG TAK TERGANTIKAN

 *KEMBALI KE FITRAH PENDIDIKAN: AKAR PERENIAL PEDAGOGI KASIH SAYANG YANG TAK TERGANTIKAN* Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan telah menggeser peran guru dari "sumber pengetahuan" menjadi "fasilitator".  Namun, di balik efisiensi yang ditawarkan teknologi, muncul pertanyaan kritis: Bagaimana memastikan pendidikan tetap manusiawi? Artikel ini menjawabnya dengan menelusuri akar filosofis pedagogi kasih sayang, sebuah pendekatan yang menempatkan hubungan emosional, empati, dan nilai-nilai moral sebagai inti pembelajaran.  Melalui perspektif lintas zaman (klasik, Islam, modern), kita akan melihat bahwa pedagogi kasih sayang bukan sekadar teori pendidikan pertama, melainkan fondasi perenial sepanjang sejarah, yang juga sangat pentingk di era AI.   *Pedagogi Kasih Sayang dalam Filsafat Klasik* 1. Socrates: Dialog Edukatif yang Memanusiakan   Socrates (470-399 SM) meletakkan dasar pedagogi dialogis melalui metode _maieutics_ (kebidanan pikiran)....